Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2011

Untuk Ayah

Ayah.. Ingatkah saat aku berlarian menangkap kupu-kupu di taman dan kau memotretku yang terjatuh Sementara kupu-kupu terbang ke sana ke mari dengan anggunnya Aku hanya ingin seindah kupu-kupu itu, Ayah...
Ayah.. Ingatkah ketika kau bawakan aku buku dongeng tentang itik buruk rupa yang menjelma angsa Aku hanya ingin secantik angsa itu, Ayah...
Ayah.. Ingatkah waktu kita memandangi kunang-kunang malam hari Katanya ia adalah kuku orang mati Tapi kita tersenyum terpukau terang sinarnya Aku hanya ingin berkilau bagai kunang-kunang, Ayah...
Ayah.. Ayah tahu kupu-kupu itu tadinya ulat menjijikan, angsa itu tadinya dicemooh karena buruk rupa dan kunang-kunang terkadang ditakuti Tapi Ayah pasti juga tahu mereka semua begitu mempesona
Ayah.. Bukankah Ayah yang mengisahkan padaku, dan memperlihatkan padaku Bahwa yang indah tak selalu bermula dari indah pula?
Ayah.. Ijinkan aku menjadi indah dengan caraku Mekar menjadi bunga kebanggaanmu..

KADALUWARSA

Yang dulu renyah Sudah remuk jadi remah-remah Kita memang terlanjur kadaluwarsa!