Sunday, 30 January 2011

Baik-Baik Sayang

Duuuuhhh... jangankan kekasih, kalau ada teman atau orangtua mengucapkan kalimat itu, hati saya ini rasanya langsung gimannaaaaaa gitu... Dada berdesir-desir, tenggorokan tercekat dan airmata mengambang di kelopak mata. Sungguh saya terharu! Rasanya seperti sangaaaaaatttt diperhatikan dan pastinya disayang. Daleeeeemmmm sampai ke palung hati. Aiiihhh... aiiiihhh.. saya jadi mellow deeeehhh...

Tapi ceritanya kemudian menjadi lain ketika saya tahu ada judul lagu Baik-Baik Sayang yang penyanyinya adalah WALI Band. Oh My God! Bukan benci atau alergi, enggak siiiihhh... tapi saya ill-feel gara-gara dulu pernah mendengar mereka membawakan lagu Emang Dasar yang awalnya liriknya terasa sangat kasar (harap maklum yaaaa... perasaan saya selembut sutera siiiihhh... hehehe!). Sejak itu, kalau mau bilang, "Baik-Baik Sayang" saya segera meralatnya dengan bilang, "Kamu Baik-Baik Yaaaa..."

Ajaibnya WALI, biar banyak orang bilang mereka norak, buktinya mereka makin eksis di acara-acara musik macam Dahsyat, Derings dan inBox. Akibatnya saya seringkali menyaksikan video klip Baik-Baik Sayang. Belum lagi saat saya pergi ke family karaoke dan ada teman yang menyanyikan lagu itu. Lama-Lama saya jadi suka video klipnya. Kalau lagu-lagu mereka terkenal MeTal (Melayu total), video klip Baik-Baik Sayang pun tak kalah MeTal (mellow total) hahaha... Alhasil saya pun jadi menghayati klipnya (bukan lagunya lhooo).

Sampai suatu hari saya membaca tweet milik Nungki Putri tentang acara nge-date nya di XXI Indonesia yang diisi dengan menonton film Baik-Baik Sayang. Saya yang tadinya bercandaan saling balas tweet akhirnya penasaran, kaya apa siiiihhhh filmnya. Dan beberapa hari yang lalu seharian saya sempatkan mencari banyak informasi yang berhubungan dengan Baik-Baik Sayang. Ternyata setelah mendapatkan sangat cukup banyak informasi tentang film ini, saya tertarik, karena ceritanya berlatar kehidupan relijius (ceritanya saya sedang tertarik dan bersemangat membahas hal-hal yang nyerempet-nyerempet relijius, maklum.. namanya juga "pendatang baru") dan tentu saja yang paling saya suka karena sepertinya jalan ceritanya syahdu alias MeTal (mellow total) hahahaha.

Sayangnya, sampai sekarang saya belum punya cukup waktu untuk menyambangi Baik-Baik Sayang. Jadi sementara cukup puas mencari segalanya di internet dulu. Tapi insya Allah saya akan menyempatkan diri menonton film ini. Nah buat yang belum sempat dan ingin menonton filmnya, saksikan dulu trailernya. Buat yang ogah sumargah nonton film ini, saksikan juga trailernya, hihihi. Dan buat yang sudah menonton, bagi-bagi testimonial doooonggg... hehehehe...

 So.....?



No comments:

Post a Comment