Bercinta

Rasanya dingin...
dingin menjalari hatiku...
mengalir dalam tiap mililiter darahku...
bercampur dengan daging, lemak dan tulang belulangku...
tak terasa sakit...
hanya dingin yang lama kelamaan menjadi sejuk kemudian terasa hangat.

Hangat seluruh diriku...
seperti ada matahari bersinar di dalamku...
terang tapi tak silau...
cahayanya lembut berpendar seperti fajar yang perlahan mengganti langit malam yang hitam.

Segala yang tak nampak mulai terlihat...
satu per satu memancarkan semburat warna yang masih malu-malu...
perlahan merona dan melukiskan warna-warni berani yang indah dipandang.

Sejauh mata memandang terhampar bermacam bentuk yang bermakna...
tak lagi samar meski masih jauh untuk dapat disentuh.
Namun semuanya jelas dan lugas...
tak ada lagi keraguan seperti ketika malam berganti fajar...
tak ada lagi kebimbangan untuk melangkah dalam cahaya remang-remang...

Di hadapanku jalan lurus terbentang....
tinggal kuikuti agar bisa kusentuh semua yang nampak nyata di mata.
Jalan lurus ini begitu panjang...
begitu banyak lubang di antaranya...
namun aku tahu ia akan tetap lurus dan berakhir di suatu titik.

Akan kumulai langkahku dari sini sekarang...
di saat matahari masih bisa jadi penerang...
dan bila nanti surya tenggelam...
aku akan berjalan perlahan dan was-was...
hingga kupercepat langkah-langkahku lagi saat hari terang kembali.
Aku tak akan berhenti...
hanya akan berjalan cepat-lambat-cepat- lambat dan seterusnya...
sampai habis jalan lurus ini.



Comments

Popular Posts